Polres Kutim Amankan Bandar dan Pemain Judi Dadu
Posted By admin Posted On

Polres Kutim Amankan Bandar dan Pemain Judi Dadu

Seperti yang kita tahu bahwa permainan judi di Indonesia memang dilarang keras untuk dilakukan. Karena itulah tidak mengherankan jika kepolisian selalu rajin melakukan pemeriksaan ke beberapa tempat yang terindikasi sebagai lokasi perjudian. Agustus kemarin, Tim Macan Satreskrim Polres Kutai Timur berhasil melakukan pembekukan terhadap dua pelaku yang diduga merupakan penjudi berjenis dadu. Kedua pelaku tersebut bernama Mdn usia 55 tahun dan juga Ar usia 54 tahun. Diketahui bahwa salah satunya merupakan Bandar judi sementara lainnya adalah pemain judi. Ketika dibekuk petugas, para pelaku tengah melakukan aksinya di KM 17 Jalan Poros Samarinda Bontang Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, pada 17 Agustus sekitar pukul 17.30 WITA.

Mdn yang merupakan warga dari Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, diketahui adalah Bandar judi dadi sedangkan Ar yang tak lain adalah warga Desa Api-api Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang merupakan pemain judi. Dalam penangkapan dua pelaku judi dadu tersebut, tim Macan mendapatkan beberapa barang bukti seperti uang 100 ribu sebanyak 36 lembar, uang bernilai 50 ribu ada sebanyak 40 lembar, uang 20 ribuan sebanyak 2 lembar, uang 10 ribu 2 lembar, 3 dadu hitam, 3 dadu putih besar, 7 dadu putih kecil, lapak dadu dan penggoncang dadu. Saat proses penangkapan, sebenarnya ada banyak pelaku judi yang ada di tempat, tapi hanya dua yang berhasil ditangkap saat itu sedangkan lainnya melarikan diri.

Selain dua orang yang telah berhasil dibekuk tanggal 17 Agustus, sebelumnya, Tim Macan juga sukses membekuk dua pelaku judi dadu pula di Kecamatan Kaubun, tepatnya di Jalan Sungai Durian (SP1). Dua pelaku tersebut bernama Latif, 52 tahun dan Bani, 49 tahun. Kasat Reskrim AKP Abdul rauf yang mendapatkan informasi dari Kapolres Kutim menuturkan bahwa satu pelaku diantaranya merupakan residivis yang sekaligus menjadi Bandar judi dadu.

Baca Juga :  Bandar Dadu Ditikam Hingga Kritis

Penangkapan kedua pelaku judi tersebut dilakukan di sebuah lapak judi di dalam perkebunan seseorang di Kaubun. Saat digerebek petugas, di dalam lokasi kejadian terdapat banyak pemain judi tetapi karena jumlah petugas yang terbatas, akhirnya banyak pelaku judi yang melarikan diri dan petugas pun mengutamakan Bandar judi untuk ditangkap terlebih dahulu demi menangkap seluruh pemasang judi.

Pada proses penangkapan dua pelaku judi tersebut, petugas pun berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa uang tunai sejumlah 9,3 juta rupiah, sebuah piring kaca berwarna putih, tujuh buah dadu putih, duabelas dadu berwarna hitam, empat buah tutup mangkok dadu warna hitam, satu lembar lapak atau karet dadu. Selain itu, ada pula sejumlah barang bukti lain yakni dua unit handphone, dua tas selempang, dua buah tas kecil atau dompet warna biru dan satu buku catatan kecil.

Para pelaku judi dadu telah melanggar UU Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHP Pasal 303 yang berbunyi “barang siapa tanpa mendapat izin dengan menawarkan atau memberikan kesempatan untuk pencaharian maka akan diancam hukuman terlama10 tahun disertai pidana denda maksimal 25 juta rupiah. Atau barang siapa yang turut serta dalam permainan judi dadu online yang diadakan di jalan umum atau pinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum, kecuali jika ada izin untuk mengadakan itu dari penguasa yang berwenang maka ancaman hukuman paling lama 4 tahun dengan pidana denda sebanyak 10 juta rupiah.”

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *